dia punya tatapan mata elang. dan dia gemar mengenakan busana berwarna hitam –ini sebabnya dia dijuluki the man in black.
namanya ritchie blackmore, atau lengkapnya richard hugh blackmore. ya, ada elemen hitam di situ (“black” dalam “blackmore”). betapa kebetulan. atau bukan?
apa pun, dia merupakan sosok yang singgasananya di lanskap rock sama tingginya dengan eric clapton, jimmy page, jeff beck, dan para gitaris lain yang pada 1970-an, sepeninggal jimi hendrix, meletakkan fondasi bagi musik rock yang datang kemudian. dia pendiri deep purple, satu dari tiga band yang disebut-sebut sebagai the holy trinity of heavy metal. dan lebih dari itu, dialah yang membelokkan kemudi deep purple, dari semula entah-hendak-ke-mana –dan karenanyalah deep purple menikmati kejayaan.
lahir di weston-super-mare, inggris, pada 14 april 1945 tapi lalu pindah ke heston, middlesex, pada usia dua tahun, blackmore mulai bermain gitar pada usia 11 tahun. ayahnya membelikan gitar pertamanya dengan syarat. “dia bilang, kalau saya mau memainkannya, dia akan meminta seseorang untuk mengajarkannya dengan benar kepada saya, atau dia akan memukulkannya di kepala saya. jadi saya benar-benar belajar selama setahun –belajar (gitar) klasik –dan itu membuat saya punya dasar yang benar…,” kata blackmore.
ketika remaja, pioner rock’n'roll seperti hank marvin dan gene vincent mempengaruhi minat dan permainannya. pada awal 1960-an dia mulai bermain profesional, menjadi musisi cabutan dan aktif di sejumlah band. dia, misalnya, menjadi anggota kelompok instrumental the outlaws.
pada 1968, bersama pemencet organ jon lord, dia mendirikan band sendiri yang belakangan mengganti nama menjadi deep purple –nama yang dia ambil dari judul lagu kesukaan neneknya.
sempat menghasilkan beberapa single dan merilis tiga album, band itu, dalam pandangan blackmore, mengarah ke tujuan yang tak jelas. kekesalan blackmore bertambah ketika, setelah merombak formasi, dengan masuknya roger glover (bas) dan ian gillan (vokal), mereka mesti menggarap concerto for group and orchestra, yang merupakan komposisi lord. sebuah media musik kala itu menyebutnya “(musik) klasik palsu murahan”. blackmore membayangkan deep purple sebagai grup yang memainkan musik ketat dan keras.
dia bersikeras untuk itu. dan pada album berikutnyalah keinginannya bisa terwujud. glover dan gillan membubuhkan elemen yang menjadikan hal itu mungkin –yakni karakter vokal gillan yang “kencang dengan sentuhan blues” dan kemampuan glover untuk menulis lagu.
album berjudul in rock itu oleh glover digambarkan sebagai “sesuatu yang belum pernah ada saat itu”. katanya, “meteran volume di studio terus-menerus di area merah –itu yang selalu saya ingat. perasaan yang ada adalah menggeber instrumenmu. kencang dan keras dan kasar dan agresif.”
dengan lagu-lagu seperti speed king, child in time, dan into the fire, album yang dirilis pada 1970 itu merupakan terobosan bagu deep purple. di inggris ia melejit ke urutan keempat album terlaris. dan segera saja ia menjadi tumpuan untuk album-album berikutnya.
tetapi sukses, bagi deep purple, membawa konsekuensi yang tak bagus. blackmore, yang berusaha mendominasi berbenturan ego dengan gillan, yang mulai menyadari potensinya. para personel lainnya tak bisa membantu memperbaiki keadaan. blackmore menjadi kian sulit bekerja sama, bahkan setelah gillan mesti meninggalkan band. pada 1975, dia memilih berhenti dan mendirikan band-nya sendiri, rainbow. dia ikut reuni pada 1984, tapi lagi-lagi konflik dengan gillan pecah. dia meninggalkan deep purple saat band itu sedang menjalani tur di eropa pada 1993 dan tak pernah menengok ke belakang.
pada 1989 dia bertemu dengan candice night, jatuh cinta, dan lalu mendirikan blackmore’s night. bukan rock yang dia mainkan dengan band barunya ini, melainkan musik yang bernapaskan elemen zaman pertengahan. walau begitu, satu hal yang tak berubah: dia masih menyukai kostum serbahitam.
It was nice to see your blog.Just Keep Writing!
______________________________
Don’t pay for your electricity any longer…
Instead, the power company will pay YOU!
wah.. ulasane akan semakin lengkap apbl diteruskan perjalanan kariernya MIB di Rainbow, saat Rainbow gonta-ganti vocalist dr MIB sendiri trus Ronnie James dio trus ganti Glen Hughes(??) trus sing nyanyi ’street of dreams’ kae sopo?, dst
Konfirmasi ,apa bener Hughes pernah di Rainbow ?
Krn seingat sy,kalo gak salah inget berita di Aktuil dulu kala ,sang MIB gak begitu sreg dgn vocal beliau yg rada nge funk a’la black singer.
@pelintas: ya, betul. mib boring benar dengan elemen funk yang dibawa hughes (dan coverdale) ke dalam deep purple. karena itu, sangat tidak mungkin hughes dibawa juga pada suatu masa ke rainbow. dan memang tidak pernah. yang pernah justru roger glover, yang waktu keluar dari deep purple justru penyebabnya adalah mib.
@el torro’s: pengganti dio adalah graham bonnet. kalau ’street of dreams’ yang nyanyi joe lynn turner. mungkin untuk mib di rainbow, akan baik kalau ditulis sendiri. fokusnya ke rainbow-nya –bagaimana band ini sebetulnya menemukan formula yang pas waktu bersama dio (terutama di album kedua, ‘rising’) tapi lalu, akibat bongkar pasang personel, cenderung jadi biasa-biasa saja walau mungkin secara komersial lebih laku.