19
adele
xl, 2008
bisa dimaklumi bila orang gampang mendapatkan kesan yang keliru mengenai adele. sepintas perempuan 19 tahun ini seperti anak manis kebanyakan yang sulit dibayangkan bisa punya sesuatu yang mengejutkan. atau, seperti yang kerap disebut-sebut, dia mengingatkan orang pada amy winehouse –ya, penyanyi inggris pemenang lima grammy award yang kehidupan pribadinya kacau dan kebetulan belajar di sekolah yang sama dengan adele.
namun adele –nama lengkapnya adele laure blue adkins –bukanlah salah satu dari siapa pun yang dianggap mirip. adele adalah adele: pengagum etta james dan ella fitzgerald, penyanyi blues dan jazz dari amerika serikat, ini tak bisa dibandingkan dengan yang lain-lain, sebab dia punya karakternya sendiri yang tak ada pada penyanyi lain.
semua itu baru terasa setelah album ini disimak baik-baik. adele memang berada di suatu tempat antara blues, jazz, folk, soul, dan bahkan elektronik, seperti halnya mereka yang kepada siapa dia dibanding-bandingkan. tapi dia seperti meniupkan daya magis di seluruh ruang di dalam album debutnya ini dengan kematangannya dalam menuliskan lagu dan keterampilannya yang mengesankan dalam mengaransemen.
dia memulai menjerat pendengarnya dengan daydreamer, pembuka album ini sama sekali tak membobardemen telinga pendengar dengan aneka bebunyian; sungguh, lagu ini terdengar sederhana sekali. toh, dari minimalitas itu, terasa seperti ada tenaga raksasa yang menundukkan pendengar dalam keterpukauan dan rasa takjub yang menyenangkan. pendengar bagaikan memasuki sebuah klub malam yang orang-orang di dalamnya saling akrab, dan sajian masakannya merupakan yang terbaik.
dan suasana itu terus berlanjut sepanjang album. melodi yang terdengar menyebarkan kehangatan. suara adele kadang-kadang mencengangkan walau, sebenarnya, masih bisa lebih dikontrol. simak, misalnya, cold shoulder. atau melt my heart to stone. juga right as rain.
pendeknya, tak satu lagu pun yang patut dilewatkan hingga hometown glory yang dramatis.
dengan kemampuannya, dan apa yang dia sajikan di sini, adele memang tampak menjanjikan. dia punya ruang yang masih lapang untuk bereksperimen dengan daya kreatifnya. untuk apa yang telah dia lakukan sejauh ini, sementara itu, banyak pujian di inggris yang menahbiskannya sebagai pendatang baru berbakat pada 2008.
album yang beredar di sini hanya dalam versi impor ini terdiri atas dua macam kemasan: yang berupa satu keping cakram atau dua keping cakram (cakram kedua berupa rekaman pertunjukan live dalam set akustik). tentu saja, kemasan kedualah yang lebih baik. boleh dibilang, di situlah terbukti betapa adele bukan saja bersinar di studio rekaman, melainkan juga di panggung.
[appeared in koran tempo, february 7, 2009]
Setelah membaca ini, langsung menuju TKP
http://www.youtube.com/watch?v=77X6xa453gM
Paham dan setuju sepenuhnya dengan posring ini
aku malah belum nonton video-nya. tadi malam pas ingat, karena ada teman yang tanya, lagi nginternet dengan koneksi di kantor. ‘kan nggak bisa ke youtube. habis update windows ini deh.
saya udah denger hitsnya di radio, sih. belum sempet denger albumnya. tapi sepertinya menjanjikan, bahkan untuk kelas kuping pop. lumayan, daripada telinga dicuci lagu2 dengan tone2 sempurna dari lagu2 hasil karya auto-tune.
ini bukan bangga, tapi akan segera minta “link” ke temen
sangat layak dengar, kok. ada satu track yang, ya, ngepop banget. tapi tetap saja worth to listen to. sayang belum ada pressing lokal (atau saya salah?).
dia memang layak dapat grammy untuk best new artist.