bagi mereka yang tak mengenal dan mengikuti blues, nama derek trucks pasti terdengar sama asingnya dengan, misalnya, frappuccino di telinga orang yang baru datang di jakarta dari sebuah kampung di sudut mana pun. dan inilah akibat dari betapa jahatnya media arus utama: seseorang yang patut memperoleh ekspose karena mutu karyanya justru menjadi bagai bukan siapa-siapa karena sama sekali diabaikan.
trucks, jika anda pun tak mengenalnya, adalah gitaris blues yang sejak usia belasan tahun ikut bermain bersama the allman brothers band. yang disebut belakangan ini tak lain adalah band yang mesti disebut sebagai pioner southern rock pada 1970-an; dulu seorang personelnya, slide guitarist yang disegani, duane allman, pernah membantu eric clapton saat merekam album layla and other assorted love songs. bersama antara lain todd smallie (bas) dan yonrico scott (drum), pada 1994, trucks, yang juga memainkan slide guitar dengan ilmu jauh melampaui pemain rata-rata, mendirikan the derek trucks band. denyut blues sangat terasa dalam musiknya, tapi itu bukanlah semuanya. dalam perjalanannya, sebagai semacam jam band, mereka pun memadukan blues dengan aneka gaya dan warna musik, terutama jazz, southern rock, latin, india, dan world music.
cobalah simak album ketiga mereka, joyful noise. dirilis pada 2002, album ini merupakan kanvas yang dengan sempurna menyajikan sapuan aneka gaya dan warna itu. trucks mengakui pentingnya keragaman bakat para musisi yang terlibat dalam penggarapan album ini. dan hal itulah yang menjadikan album ini sebagai monumen penting dalam sejarah mereka sebagai band. mengenai judul, trucks mengatakan: “kami menyadari bahwa musik dalam album ini bakal datang dari pakistan, kuba, dari scene latin, pengaruh jazz, pengaruh blues, karenanya saya pikir satu-satunya cara untuk menyatukan semua itu adalah… dunia gospel; jadi saya pikir ‘joyful noise‘ merupakan judul yang pas.”
jika itu belum cukup, songlines dan already free mestinya merupakan tambahan yang menjadikan daya tarik diskografi the derek trucks band berlipat-lipat. dalam songlines (dirilis pada 2006), khususnya, formula yang sudah terdengar sempurna pada joyful noise dibetot lebih jauh; hadirnya mike mattison (vokal) dan count m’butu (perkusi) memungkinkan trucks sebagai penulis lagu, arranger, dan band leader melakukan hal itu. dan already free, yang baru saja keluar, adalah bukti betapa trucks dan kawan-kawan sudah lebih nyaman melakukan apa saja.
tetapi elemen-elemen non-blues yang memperkaya musik the derek trucks band itu tak pernah menjadi faktor yang bisa mengangkat mereka ke tataran yang lebih lapang –dengan audiens yang lebih luas. begitulah adanya. musik dan musisi blues, apa boleh buat, bukan saja tak pernah punya kemewahan sarana promosi sebagaimana jenis musik lain yang biasa lalu-lalang di saluran mtv atau vh1, melainkan juga kerap diremehkan oleh penggemar musik sendiri.