kejutan ada kalanya terjadi walaupun orang sudah menguburkan ekspektasi. dalam batas tertentu, dirilisnya secara resmi album terbaru guns n’ roses, chinese democracy, bisa tergolong di dalamnya.
para penggemar pasti masih ingat betapa tahun berganti tahun, sejak awal hingga pertengahan 1990-an, kepada mereka dijanjikan bahwa album itu segera tiba. beberapa bulan lagi, begitulah daur ulang pengumumannya, setelah ternyata jadwal berulang kali meleset. tapi album itu tampaknya lebih memilih jalannya sendiri, menjadi sebuah mitos, karya yang hanya eksis di wilayah gegap-gempita promosi. lalu tiba-tiba, nyaris tanpa peringatan, album itu benar-benar muncul, di amerika serikat beberapa saat sebelum perayaan thanksgiving.
ada yang dengan bergurau bertanya, “apa kita akan merindukan gegap-gempita itu?” tapi, tentu saja, pertanyaan lain juga bisa dikemukakan: apa kita peduli bahwa album itu benar-benar sudah ada?
bagaimanapun kejadiannya, tetap sulit diabaikan kenyataan bahwa chinese democracy akhirnya eksis. karena sebagian lagu-lagunya, dalam aneka versi, sudah bocor dan beredar di internet jauh sebelum rilis itu, tentu yang tebersit dalam pikiran adalah memastikan kebenarannya. keinginan lain yang wajar, tentu saja, adalah mencoba mengapresiasinya.
sedikit sejarah. album itu mulai digarap 14 tahun lalu, tiga tahun setelah guns n’ roses terakhir kali merilis album studio dengan karya orisinal. (bandingkan, the beatles, band rock’n'roll terbesar di planet ini, hanya perlu sekitar enam tahun untuk merampungkan 13 album dalam katalognya.) selama masa-masa itu ada sejumlah indikasi dari “kalangan dalam” –musisi pendukung yang mengundurkan diri atau kabur agar tetap waras –mengenai perkembangan mutakhirnya. semuanya mengisyaratkan betapa axl, satu-satunya yang tersisa dari para pendiri guns n’ roses, terobsesi dengan ikhtiar untuk mewujudkan apa yang ada di kepalanya.
mungkin ada yang lalu teringat pada smile. inilah album futuristik yang semula merupakan proyek the beach boys, band asal amerika serikat pada 1960-an. karena terbukti sulit untuk dialihkan dari benak brian wilson, kreatornya yang lalu mengalami gangguan mental, proyek ini dicampakkan pada 1967. baru pada 2004, setelah dikumpul-kumpulkan lagi, proyek ini dirilis sebagai album solo wilson.
axl tentu saja bukan wilson. andaikatapun sama jeniusnya, dia, dalam kata-kata paul elliot, satu dari sedikit jurnalis yang beruntung bisa mewawancarai axl, “lebih mirip charles foster kane dalam film citizen kane –jenius sinting yang mengunci diri di menara gading dan berusaha keras untuk menghasilkan masterpiece“.
dan berbeda dari kane, axl tetap bisa menyaksikan karyanya rampung –dengan biaya sekitar US$ 13 juta(!) plus perginya para pendiri guns n’ roses lainnya –dan menjumpai orang-orang yang telah menunggunya.
tetapi, bahkan dengan penegasan axl bahwa “adalah meremehkan menyebut penggarapan album itu luar biasa lama dan merupakan perjalanan yang sulit dipahami”, kesan yang segera melekat dari sekali dengar memang bukanlah guns n’ roses. paling tidak, ia bukan guns n’ roses yang sebenarnya. dan kalaupun guns n’ roses orisinal berkesempatan untuk melanjutkan hidup, barangkali yang mereka hasilkan bakal sama sekali berbeda, semaju apa pun gagasannya. sendirian, jelas, axl mustahil menjadi guns n’ roses yang pernah melahirkan appetite for destruction.
dengan kata lain: chinese democracy, dengan segala hiruk-pikuk dan kehebohan yang meliputinya, tak lebih dari sebuah album –yang mungkin dilewatkan orang bila tak menyandang atribut guns n’ roses.
memang tak buruk. tapi untuk sampai ke kesan itu pun orang perlu mendengarkannya beberapa kali. sebagian besar dari 14 lagu yang ada, dengan sentuhan produksi habis-habisan, bukanlah jenis yang seketika merasuk ke dalam diri pendengarnya dan bertahan untuk waktu lama. watak lagu-lagu itu lebih meyerupai gulungan lukisan, yang secepat apa pun usaha untuk membukanya tetap saja gambar utuhnya hanya bisa tampak sebagian demi sebagian.
bisa jadi hal itu memang refleksi dari proses yang mesti ditempuh untuk menghasilkannya. axl sama sekali tak berpretensi merekonstruksi guns n’ roses. lebih tepat: dia berusaha merampungkan apa yang telah dia mulai pada 1991 dengan use your illusion i dan use your illusion ii, termasuk topik-topiknya –tentang kesepian, keputusasaan, paranoia. dia hanya perlu hired guns, para musisi yang bisa datang dan pergi sesuai kebutuhan.
bagi para penggemar, sedasawarsa lebih waktu yang digunakan untuk menggarapn album itu adalah alasan kuat untuk tetap menyalakan rasa penasaran. dan, karena itu, juga kesediaan untuk meluangkan waktu menyimak hasilnya yang, harus diakui, mengasyikkan.
bukan masalah bila, ternyata, imbalannya adalah lagu-lagu yang memang sebelumnya sudah beredar luas: better, yang lentur tapi mengandung amarah yang menyengat; street of dreams, yang elok cara mengisi vokalnya; catcher in the rye, yang paling ringan dan cenderung riang; dan madagascar, yang cenderung merupakan kontemplasi yang absurd, dalam denyut trip-hop. semuanya memuat injeksi permainan gitar nan menawan, di antaranya oleh buckethead dan robin finck.
saran penting, agar proses apresiasi berlangsung mulus: tak perlu membanding-bandingkannya dengan guns n’ roses di masa lalu. substansi album ini sama sekali bukan penampilan, yang spontan, gila-gilaan, dan tak terlupakan (begitulah guns n’ roses dulu); ia lebih merupakan hasil manufaktur –betapapun bagusnya.
[appeared in u-mag, january 5 2009]
Blog nya bagus sekali…salam kenal
pjv
http://berburuvinyl.wordpress.com
halo, pak philips… salam kenal juga. terima kasih sudah mampir. saya tahu berburuvinyl dari posting-posting anda di milis (m-claro atau prog-rock, ya?)
Sy juga kaget gnr bisa jadi gini. Semestinya Axl gak usah maksa pakai nama itu. Mungkin nama band sebelumbya dibalik juga masih OK lho. Soalnya semuanya berubah termasuk gaya nyanyinya Axl sendiri. Misalnya nama band jadi Roses & Guns. Dan pasti Axl bukan yg pertama yg membalik2 nama spt itu. Soalnya di sini pernah ada “bulan bintang” jadi “bintang bulan”. Ini juga band. Ben iso melu pemilu maneh.
hehehe… yg bintang-bintangan itu kelihatannya khas di sini. betul. ben iso melu pemilu maneh. ups….
soal gnr, mungkin labelnya juga nggak berani ambil risiko dengan nama lain. maklum sudah menggelontorkan usd 13 juta. walaupun dari penjualannya investasi ini sulit kembali, setidaknya dengan nama gnr kerugian bisa sedikit ditekanlah.
saya tertarik … tapi gak bisa reply … susah ngomong n formulasikan pemikiran … alias susah mikir …
suka gnr (lama) karena salah satu band yang berulang ulang saya dengar setiap hari.
gimana seandainya gnr mempertahankan ciri musiknya yang dulu … tentu saja sound gitar dan ciri vokal yang menjadi daya tarik utama … apa masih mampu meraup laba?/
gnr sekarang ada unsur techno dan dj style juga … menyadarkan kalo diam di tempat itu tidak menarik bagi diri sendiri … para fans pasti menginginkan itu … tapi
ada pemeo yang mengatakan satisfaction is the death of an artist.
saya kira semua musisi yang masih percaya pada proses berkarya akan memahami pemeo itu.
dan saya yakin kalau gn’r lama masih kompak, musik mereka pasti berubah (boleh disebut tidak diam di tempat). tapi saya ragu perubahan itu akan mengarah ke tempat yang sekarang dituju oleh axl sendirian (gn’r yang sekarang ‘kan boleh dibilang axl sendiri, yang membayar musisi-musisi lain). musik yang sekarang bukannya jelek. tapi buat saya, itu sulit bisa dibilang gn’r banget.