the bedlam in goliath
the mars volta
universal, 2008
tidak usah gentar membaca judul-judul lagu di album ini. kebanyakan memang sulit bisa dipahami. seperti kode yang belum ketahuan rahasia pemecahannya. coba, apa maksud aberinkula atau conjugal burns? tapi jika anda sudah jatuh cinta pada the mars volta sejak awal, atau kebetulan termasuk petualang musikal yang selalu mencoba hal-hal baru, menantang rintangan dan kejutan sonik, album ini adalah garansi bagi kepuasan musikal yang paripurna.
seperti album-album the mars volta terdahulu, jantung musikal di album ini, yang berdetak kencang dan terus-menerus, adalah bebunyian gitar yang meluap-luap dan bergulung-gulung, yang dilatari oleh gemuruh drum. semua itu bisa bergerak liar dalam dentuman metal, atau kelokan jazz, atau liukan funk, atau apa pun yang bisa anda bayangkan atau rasakan. berbeda dari dua pendahulunya, frances the mute dan amputechture, duet cedrix bixler-zavala dan omar rodriguez-lopez kali ini tak bermain-main dengan mood, dengan menaik-turunkan tempo dan volume. mereka sepenuhnya mengebut dan memutar volume kencang-kencang.
indikasi untuk itu bisa langsung dijumpai pada lagu pembuka, aberinkula, yang berdurasi sekitar lima menit. di sini gitar, yang kembali diperkuat oleh john frusciante (ingat red hot chili peppers?), berimpit-impitan dengan tekstur keyboard yang samar-samar, sementara vokal bixler-zavala terdengar bagai melolong. tidak ada intro, tidak ada aba-aba. semua elemen masuk begitu saja, dan langsung tancap gas. di bagian tengah menyelonong elemen jazz yang menggairahkan, dengan tiupan saksofon yang meliuk-liuk seksi.
memang, sekilas, yang terdengar sepanjang album adalah suasana chaotic, ruwet. mungkin juga karena begitulah suasana yang pas dengan gagasan utamanya, serangkaian cerita misterius, mistis, yang berasal dari sebuah papan ramal kuno yang dibeli rodriguez-lopez di jerusalem. tapi sesungguhnya semua kekacauan itu berada dalam struktur yang rapi. ada kohesi. ada harmoni di sana. kedengarannya juga sangat gres –walau the mars volta jelas tetap di jalurnya.
(published in koran tempo, march 16, 2008)