saya tak pernah mengidolakan habis-habisan para pahlawan musik saya. buat saya, mereka tetap saja manusia biasa. tapi kalau bersimpati, saya tak pernah menghalangi perasaan saya. dan yang saya tak bisa lupa adalah simpati saya pada al kooper.
mereka yang mengenal blood, sweat & tears (biasa disingkat bst) pasti tahu siapa kooper. dialah satu di antara para pendiri kelompok musik dari new york city itu pada 1967, yang belakangan dikenal sebagai pioner dalam menggabungkan rock, blues, pop, aransemen instrumen tiup, dan improvisasi jazz. dia yang mengusulkan nama blood, sweat & tears, berdasarkan judul album johnny cash. dia juga yang bertindak sebagai band leader, mulanya.
kooper tidak bertahan lama di bst. walau kontribusinya ikut melambungkan popularitas bst (antara lain melalui hit i love you more than you’ll ever know, yang diciptakan dan dinyanyikannya), para pendiri yang lain, terutama steve katz dan bobby colomby, cenderung ingin meminggirkannya; mereka ingin merekrut vokalis lain. perbedaan artistik itu belakangan membuatnya terpental.
dia lalu mencoba peruntungannya dengan menerima pekerjaan sebagai produser di columbia. ini pekerjaan yang memberinya sukses melalui karya pertamanya, sebuah album yang mempertemukan dirinya dengan dua nama besar kala itu, michael bloomfield dan stephen stills. tapi prosesnya sungguh tak mudah. dan semua itu terjadi karena kondisi mental bloomfield yang labil akibat kecandungan narkotika.
begini ceritanya. setelah mengalami masa pahit di bst dan mendarat di kursi produser di columbia, kooper harus segera memikirkan produksi pertamanya. dia merencanakan sebuah proyek yang, dalam bayangannya, akan memasangkan dirinya dengan bloomfield. gitaris blues yang namanya sedang melambung ini bukan orang asing bagi kooper. mereka berkenalan saat ikut menggarap album bob dylan yang berjudul highway 61 revisited. sebelumnya mereka berdua secara terpisah sempat “magang” di kelompok musik yang menjadi pelopor electric blues, paul butterfield (bloomfield) dan blues project (kooper). mereka juga memperkuat grup dengan formasi seksi tiup, yakni electric flag (bloomfield) dan bst (kooper).
demi proyeknya, meneleponlah kooper suatu hari pada 1968. bloomfield rupanya sedang menganggur. “mengapa kita tidak masuk studio dan nge-jam saja?” kooper usul. “kukira permainan terbaikmu belum terekam dan ini mungkin bisa menjadi cara terbaik untuk melakukannya. columbia akan mengongkosinya dan merilisnya dan… kau tahulah… big deal.”
“oke,” kata bloomfield. “kita lakukan di california.”
begitulah, mereka bersekapat. dan produksi pun berjalan. singkat cerita, hari pertama di studio segalanya berjalan lancar. dalam sembilan jam didapatkanlah bahan yang cukup untuk satu muka sebuah album.
hari berikutnya adalah tikungan nasib yang sulit dijelaskan. “tapi kau tak pernah bertanya-tanya sesudahnya,” kata kooper. telepon berdering pada pukul 09.00. ternyata dari seorang teman bloomfield yang bertanya apakah bloomfield jadi berangkat karena dia sedang menunggu di bandara untuk menjemputnya.
“hah? michael sedang tidur di… tunggu,” kata kooper, seketika melompat dari kasur menuju kamar sebelah dan mendapatkan… sepucuk amplop. dan, di dalamnya: “dear alan, nggak bisa tidur… pulang… maaf.”
balik ke telepon, sudah tak ada orang di ujung sana.
inilah yang serta-merta bersemayam bi benak kooper: celaka, baru dapat setengah album, sewa studio jalan terus, musisi sudah di-booking… bencana.
pukul 09.15… kooper sudah berpikir untuk ikut mengemasi koper pula. tapi lalu dia merasa masih ada bagian yang adem di dalam dirinya. dia lalu membuat daftar para gitaris yang dikenalnya yang tinggal di kawasan pantai barat, untuk mencari pengganti bagi bloomfield. siangnya dia coba menelepon mereka. randy california, steve miller, stephen stills, jerry garcia. pukul 17.00 seorang di antaranya memastikan bisa bergabung. dialah stephen stills, yang juga baru saja menganggur karena band-nya, buffalo springfield, bubar.
maka, berakhirlah sport jantung kooper. dan selamatlah proyek pertamanya sebagai produser itu. album berbiaya us$ 13 ribu itu, diberi judul super session, akhirnya dirilis pada mei 1968 dan hanya dalam beberapa pekan sukses masuk ke top twenty. banyak kalangan yang menganggapnya sebagai pelopor album-album berformat serupa di kemudian hari.
kooper menceritakan pengalaman pertamanya sebagai produser itu dalam buku backstage passes & backstabbing bastards.
marahkah kooper pada bloomfield? ya. tapi dia lalu memaafkan temannya itu. mereka kemudian malah menggelar beberapa konser setelah super session dirilis.
kooper memang mengesankan tidak saja dalam bermusik, tapi juga dalam berkreasi dan menjaga hubungan persahabatannya.
Keterlibatan al di blonde on blonde-nya dylan, membuat album itu indah dan terasa gres ketimbang album2 dylan sebelumnya.
wah, saya belum khatam dylan. blonde on blonde ini termasuk yang saya belum pernah dengar. padahal rilisnya persiis setelah highway 61 revisited.
menurut ceritanya, keterlibatan al di highway 61 revisited juga tidak dari awal. semula dia cuma jadi penonton, dengan harapan bisa ikutan proses rekamannya. dia mengincar posisi gitaris. tapi begitu melihat bloomfield bermain lebih bagus, dia tahu diri.
waktu take lagu “like a rolling stone”, dia menawarkan diri ke produser tom wilson bahwa dia punya ide bagus untuk mengisi bagian organ. wilson mengabaikannya. tapi al bersikeras untuk main. sebelum wilson benar-benar bisa menolak, dia mesti menjawab telepon. ketika itulah al masuk ke studio, duduk, dan memainkan hammond yang ada. waktu wilson kembali, dia melihat al di studio dan mendengar suara organ di antara musik yang sedang dimainkan.
al beruntung. dylan, saat mendengar hal yang sama, minta supaya volume bagian organ dikencangkan. dan lahirlah permainan organ yang menawan dalam lagu yang kini terhitung klasik.