somewhere else
marillion
mvd audio, 2007
mungkin karena terperangkap di dalam kesan beberapa teman, saya sempat mengalami kesulitan untuk menikmati dan meresapi album ini. setiap kali coba menyimak, setiap kali itu pula saya hanya bisa sampai di lagu ketiga. ada apa dengan marillion, pikir saya waktu itu.
memang, sejak posisi frontman beralih ke steve hogarth pada 1987, grup asal inggris yang kerap dipuji karena berjasa menahan progressive rock dari gempuran new wave pada 1980-an ini tak selalu menghasilkan karya yang solid dan prima. mereka juga cenderung memperbesar porsi unsur popnya, dengan sesekali membubuhkan elemen progressive. tapi, walau begitu, tetap saja ada sisi menarik yang bisa diapresiasi. album anoraknophobia (2001), misalnya. dalam album marbles, yang dirilis pada 2004, mereka malah seperti kembali ke periode kala menghasilkan brave, yang luas diakui sebagai karya terbaik era hogarth.
memang, dari menyimak sekilas album ini setelah “terbang” bersama marbles, saya merasa seperti jatuh berdebam… di suatu tempat yang lain. saya coba lagi, lagi, lagi, dan lagi. saya tak meragukan liriknya. misalnya yang terasa reflektif seperti ini:
this rock-star trip. some serious ship
white-knuckle journey blackened my eye and cut my lip
better to be a doctor or a man who walks the earth
hedonistic laughing boys
what’s any of it worth?
dan saya mendapatkan saat-saat yang menakjubkan di beberapa tempat, misalnya di bagian-bagian interlude seperti di lagu pembuka, the other half; gitaris steve rothery memang tak tergantikan di urusan ini. atau di bagian chorus, seperti di thank you whoever you are, juga somewhere else. tapi tak satu pun yang merupakan bagian utuh dari suatu komposisi atau lagu. saya malah sangat terganggu oleh lagu most toys.
saya kira saya sudah menyerah –walau hal ini sebenarnya di luar kebiasaan saya. dan saya pikir album ini cukup menjadi bukti saja bahwa marillion masih bertahan.
tetapi posisi itu hanya sampai beberapa waktu belakangan ini saja, ternyata. saya tiba-tiba seperti menemukan kembali album ini. tidak seketika satu album, melainkan dari beberapa lagu yang kebetulan masuk playlist di ipod, yang sudah beberapa kali saya ganti secara random dan saya dengarkan di mobil. saya sampai sulit percaya. benar ini marillion? tanya saya.
bukan saja jawaban atas pertanyaan itu adalah benar. lebih jauh lagi, tetap saja sulit ditepis kenyataan betapa album ini adalah bukti sudah di level mana kreativitas musikal marillion. harus diakui, mereka sudah matang. dan sekalipun selalu perlu waktu jeda yang kian lama di antara satu album dan album lainnya, mereka selalu bisa keluar dari apa pun rintangan yang ada –kalaupun memang ada.
seperti di album-album terdahulu, saya merasa di sini marillion juga bagai pemandu untuk wisata ke teritori-teritori yang belum dipetakan tapi memiliki tempat-tempat tujuan yang pasti memberikan aneka pengalaman emosional. mereka selalu memberikan jaminan keindahan yang sulit dilukiskan, melodi yang menghunjam, misteri, dan kadang-kadang guncangan-guncangan yang mengagetkan. semua itu, apa boleh buat, memang tak mudah merasuk, apalagi hanya dengan mendengar semata. mungkin memang suasana hati saya di mobil belakangan ini sedang tak biasa –saya merasa lebih ringan, seperti ada banyak lampu menyala –sehingga saya bisa lebih menangkap elemen-elemen subtil yang hendak disampaikan oleh marillion. mungkin.