keliru besar menyimpulkan 2011 sebagai tahun yang membosankan untuk musik. kecuali “radar” memang diatur hanya untuk memantau wilayah mainstream, masih banyak karya bagus yang layak disimak. hanya mereka yang malas saja yang tak menemukan apa-apa.
seperti sebelumnya, karena satu dan lain hal, tak semua rilisan tahun ini bisa saya dapatkan. dari yang masuk ke “meja redaksi”, memilih 10 album favorit juga jadi urusan sulit, karena bagus-bagus. tapi, setelah kembali menyimak secara maraton di hari-hari terakhir tahun ini, beginilah daftar saya. [catatan: kecuali disebutkan, ini tidak berdasarkan nomor urut.]
opeth – heritage
banyak penggemar opeth yang kecewa pada album ini (barangkali karena kurang atau malah tak terasa sama sekali death metal-nya, sebab tanpa cookie monster vocal style alias growl). tapi, maaf ya, inilah album yang saya taruh di posisi teratas dari album-album favorit saya tahun ini. sebenarnya, dengan kecenderungan opeth sejak blackwater park, ketika mereka mulai menggandeng steven wilson sebagai produser dan menggeser gaya musik, album ini harus dipandang sebagai salah satu, kalau bukan satu-satunya, arah yang logis. buat mereka yang menyukai vintage sound (i.e. mellotron, rhodes, hammond, etc.) dan sentuhan idiom jazz rock, album ini merupakan sajian yang menggairahkan hingga not terakhir: sarat selingan instrumental dan perubahan nada dasar dan akor yang rumit, serta peralihan birama yang memikat.
the tangent – comm
smart, witty. boleh dibilang album ini merupakan pernyataan intelektual andy tillison dan kawan-kawan: mereka mengobservasi ironi dunia komunikasi, tentang bagaimana komunikasi dipahami di masa lalu dan bagaimana prakteknya sekarang. tentu, ada cerita dalam lirik-liriknya. tapi yang tak kalah penting, dan karenanya album ini jadi bukan sesuatu yang biasa-biasa saja, adalah bagaimana cerita itu melebur utuh dengan musiknya.
steve wilson – grace for drowning
pendiri dan penggerak utama porcupine tree ini boleh dibilang tak pernah sengaja membikin musik yang riang. di luar band utamanya itu, proyeknya banyak. semuanya, ya, begitulah: trip ke wilayah-wilayah sedih, muram. begitu pula album solo keduanya ini. mereka yang menyukai progressive rock ala king crimson, juga canterbury scene, dijamin sulit melewatkan album bertemakan kehilangan orang tercinta yang kental bebunyian vintage ini. kelam, muram, tapi juga menohok.
agents of mercy – the black forest
buat mereka yang, untuk sementara, kehilangan the flower kings, album ini bisa jadi obat kangen. atmosfer musiknya tak secerah the flower kings, tapi untuk mereka yang sudah akrab dengan roine stolt, terutama gaya permainan gitarnya yang sedikit banyak mengingatkan pada frank zappa, ada porsi yang cukup untuk bisa mengalami orgasme musikal.
steve hackett – beyond the shrouded horizon
boleh dibilang hackett adalah eks-personel genesis yang paling produktif. sejak memulai rekaman solo pada 1975, dia sudah menghasilkan lebih dari 20 album. karya mutakhirnya ini menunjukkan betapa dia tak sekadar masih menyimpan gairah meluap untuk terus bermain musik, melainkan juga perhatian pada segi artistik yang terus terjaga. album ini kaya elemen dan idiom aneka musik, barangkali karena hackett menaruh minat dan menyimak beragam musik di dunia ini.
warren haynes – man in motion
di sini, gitaris-penyanyi yang memperkuat gov’t mule dan the allman brothers band ini cenderung menahan permainan gitarnya dan lebih berfokus pada bagaimana menggubah lagu dan menyanyikannya. dan menariknya: album ini bukan hanya tentang blues, melainkan juga soul, balada, dan bahkan gospel. sesuatu yang berbeda ketimbang yang sudah dia lakukan, tapi dengan sentuhan terukur dan eksekusi memikat.
tedeschi trucks band – revelator
pasangan suami-istri derek trucks dan susan tedeschi-lah yang mula-mula menarik minat saya di proyek yang menghimpun musisi dalam jumlah yang cukup untuk menjadi satu kesebelasan ini. saya menyukai mereka berdua –tedeschi dengan solonya sebagai blues singer-songwriter, dan trucks dengan the derek trucks band-nya yang condong ke jamming band. lebih dari sekadar satu kolaborasi yang (sudah seharusnya) bagus, yang saya dapatkan adalah bonus: album ini adalah hidangan musikal yang soulful dan mengenyangkan.
radiohead – the king of limbs
dengan album ini, radiohead menunjukkan bahwa mereka ada dalam posisi yang bisa melakukan apa saja dengan musiknya, dalam wujud yang sama sekali berbeda. jarang, kalaupun tak bisa dibilang nihil, band yang berani mengambil risiko untuk melakukannya. album ini mungkin saja dinilai sebagai upaya semacam itu yang tak sepenuhnya berhasil. tapi andaikata itu pun benar, daya tarik album ini tak menjadi berkurang, sebab band-band lain yang berada di tataran yang sama tak ada yang bernyali untuk melakukannya.
adele – 21
dengan debutnya, 19, adele sesungguhnya sudah pantas memperoleh penghargaan tertinggi musik sedunia –andaikata ada. album keduanya ini makin mengukuhkan apa yang sudah dicapainya itu: menegaskan modal kemampuan vokalnya yang seperti datang dari entah daerah mana di pedalaman mississippi atau kawasan lain di selatan amerika serikat, dengan wahana lagu-lagu yang lebih matang dan aransemen yang lebih kaya.
tori amos – night of hunters
ide-idenya selalu segar. kali ini dia memetik aneka tema dari karya-karya klasik di masa lalu, memperkayanya dengan gagasan-gagasannya sendiri hingga menjadi lagu-lagu utuh yang disesuaikan dengan konsep albumnya –tentang seorang perempuan yang melakukan time travel untuk “menemukan” dirinya. bonus bagi penggemar amos sejak awal: di album ini dia kembali mengandalkan piano, di samping instrumen-instrumen akustik yang lazim dalam musik klasik.
—–
:: yang juga asyik (urut abjad):
aka – hard beat
arena – the seventh degree of separation
bjork – biophilia
blackfield – welcome to my dna
beth hart & joe bonamassa – don’t explain
chris cornell – songbook
discipline – to shatter all accord
dream theater – a dramatic turn of events
sean filkins – war and peace & other short stories
peter gabriel – new blood
neal morse – testimony 2
slivovitz – bani ahead
symphony x – iconoclast
andy tillison diskdrive – murk
wolverine – communication lost
::artis indonesia:
tohpati bertiga – riot <<the best
luky annash – 180 derajat
gugun blues shelter – satu untuk berbagi
raksasa – raksasa
dialog dini hari – beranda taman hati
dewa budjana – dawai in paradise
angsa & serigala – angsa & serigala
morfem – indonesia
llw – love, live, wisdom